Wahh, ternyata ga perlu susah2 biar org2 pada berpartisipasi di Earth Hour 2009. Pemerintah DKI sudah memutuskan untuk memadamkan listrik di beberapa wilayah di Jakarta. Sungguh reaksi yang positif dari Gubernur Fauzi Bowo. Berikut berita lengkapnya.
JAKARTA (SINDO)-Listrik di Jakarta akan padam selama 1 jam pada Sabtu (28/3) sejak pukul 20.30-21.30 WIB. Pemadaman ini untuk mendukung kampanye Global Earth Hour.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, wilayah yang akan mengalami pemadaman yakni di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, di antaranya Monas dan sekitarnya, Bundaran Hotel Indonesia, Istana Kepresidenan, Bank Indonesia,Balai Kota, dan Patung Pemuda. Namun, tidak tertutup wilayah lain di seluruh Jakarta akan padam pada saat itu. “Sedang kami bahas ke arah situ,” kata Fauzi Bowo kemarin.
Nantinya, kampanye ini akan bekerja sama dengan jajaran kepolisian guna menciptakan suasana kondusif selama pemadaman. Pemadaman ini berguna untuk mengurangi beban biaya listrik, emisi gas buang, dan lingkungan dunia, khususnya Jakarta dari degradasi lingkungan. Pemprov DKI Jakarta akan memaksa setiap aparat dan instansi untuk melakukan penghematan listrik dan ba-han bakar, seperti pemakaian BBG di bus Transjakarta.
Anggota Badan Pengurus World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Rizal Malik mengatakan, Jakarta dipilih menjadi kota pertama yang memperkuat aksi Global Earth Hour, karena dari data PLN, total konsumsi listrik di Jakarta sebesar 29.939 GWh, atau 23% dari total konsumsi listrik di seluruh Indonesia. “Pembagiannya adalah 34% pemakaian untuk sektor rumah tangga, 29% untuk konsumsi bisnis, dan 30% untuk industri,” terangnya.
Jika Jakarta padam selama, satu jam pada Sabtu nanti,dengan asumsi penghematan 10% dari konsumsi listrik rata-rata per j am,maka dapat menghemat 300 MW atau mengistirahatkan satu pembangkit listrik. Selain itu, mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp200 juta, menyalakan listrik di 900 desa, dan menyelamatkan lebih dari 284 pohon.
Rizki mengatakan bahwa fasilitas umum seperti rumah sakit tidak akan terganggu. Sementara untuk traffic light diperkirakan akan terkena pemadaman. Untuk itu, nantinya polisi lalu lintas akan dilibatkan agar tidak terjadi kesemrawutan arus kendaraan.
Selain gedung pemerintahan, kantor swasta juga menyatakan komitmennya mendukung Global Earth Hour. “Para wali kota di Jakarta, tadi juga meminta untuk ikut kampanye ini. Jadi nantinya, setiap ikon di seluruh Jakarta akan ikut dipadamkan,” jelasnya.
Kantor-kantor swasta yang resmi ikut dalam kampanye ini, yakni Citibank, Coba Cola Indonesia, Garuda Indonesia, Grand Indonesia, HSBC, Nestle Indonesia, Sharp, Standard Chartered Bank, Yayasan Sampoerna Foundation, Panasonic, dan Polygon Cycle. Kampanye ini juga didasari atas komitmen DKI yang tergabung dalam Climate Leadership Group bersama 40 negara. DKI Jakarta juga termasuk dari enam negara yang menandatangani Agreement to Partner on Climate Action.
Rizal menjelaskan, Global Earth Hour diawali di Sy dney pada 2007 lalu, dengan 2,2 juta pendukung. Pada 2008, pendukung bertambah menjadi 50 jutayangtersebar di 370 kota di 35 negara. Sementara itu, per 17 Maret 2009 sudah ada 1.539 kota dari 80 negara yang mendaftarkan diri. “Kami menargetkan 1 miliar orang di 1.000 kota di dunia mengikuti Earth Hour,” harapnya.
Sementara Kahumas Daop I PT KA Akhmad Sujadi mengatakan, kereta api sebagai alat transportasi yang bersifat publik tidak akan terpengaruh dengan pemadaman selama satu jam itu. Pihaknya juga tidak khawatir kekurangan pasokan listrik, karena suplai tenaga bukan hanya berasal dari satugardu, melainkan dari 26 gardu. “Kami mempunyai kerja sama denganPLN untuk tidak memutuskan suplai listrik. Seluruh kereta dan stasiun iakan teralirilistrik,”ucapnya.
Terkait dengan penghematan listrik, ternyata kantor tempat gubernur bekerja, yaitu Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Ja-karta Pusat, belum dapat melakukan penghematan. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Muhayat mengatakan, dari target 20% penghematan dalam satu bulan,baru dapat dilaksanakan program penghematan listrik antara 5-10%. “Selain gedung, kami juga melakukan penghematan di lampu jalan,” urainya.
Belum tercapainya target penghematan ini juga diakui Kepala Biro Umum Pemprov DKI Jakarta Hendro Baskito. Meski telah dilakukan pengecekan setiap pukul 17.00 WIB oleh petugas piket di setiap unit-unit kompleks Balai Kota, masih saja ada unit yang belum melaksanakan penghematan energi ini dengan maksimal. Sering kali para karyawan lupa mematikan lampu, AC, dan perangkat komputer.
Sebelum ada instruksi penghematan ini, tagihan listrik di Bal ai Kota mencapai Rp500 juta per bulan. Setelah ada instruksi ini, bisa menghemat Rp28 juta per bulan. “Tetapi selalu diberikan teguran bagi karyawan atau unit yang lalai,” ujarnya.
(neneng zubaidah)
sumber : Earth Hour Indonesia