Hoamm… akhirnya balik juga ke Jakarta setelah +- 11 hari pulang ke Medan. Semuanya berjalan denga lancar walaupun tadi di Bandara ada sedikit masalah. Mulai dari Sa Cap Me, sampai Imlek, nonton bareng teman SMA, ketemu muka2 lama dan sebagainya sungguh bukan lagi pegalaman yang asing tapi tetap mengasyikan mengingat saya sudah +- 5 bulan berada di perantauan dengan komunitas yang baru.
Liburan kemarin memang merupakan liburan transisi antara Semester 1 dan 2 sekaligus bisa dikatakan liburan Imlek. Nilai yang ditunggu2 pun belum keluar dan masih mengharapkan yang terbaik.
Hari ini saya memasuki pintu kamar hanya dengan menjinjing laptop dan kue dari Medan. Semua bagasi saya yang berisi baju entah masih di mana sekarang. Begini ceritanya…
Siang tadi saya berangkat dari Bandara Polonia Medan ke Jakarta dengan pesawat Air Asia(dalam hal ini saya ga segan2 lagi menyebut merek karena sudah terlanjur kecewa) B737-300 dengan nomor penerbangan QZ 7495 pukul 13.20. Seperti biasa check-in, bagasi dititiplkan, nunggu di waiting room lalu boarding dan anehnya kita menunggu di pesawat lumayan lama dan akhirnya hampir jam 2 baru take-off…
Perjalanan berjalan lancar meski ada sedikit goncangan2 kecil karena cuaca tidak terlalu baik. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, seperti biasa saya turun dari pesawat menuju tempat pengambilan bagasi. Bagasi yang ditunggu tak kunjung muncul. Hanya ada sebagian kecil yang keluar dan sangat sedikit sekali. Tiba-tiba baru dibilang kalau bagasi kita masih di Medan dan silahkan melapor eantah kemana dan disuruh isi formulir ntah apa….
Alasan yang keluar pun sangat tidak masuk akal dari High-Temperature hingga Overload. Jika Hi-Temp, mengapa penumpang masih diterbangkan sedangkan bagasi ditinggal ? Jika Overload, emang nya pesawatnya bawa apa hingga bisa Overload secara bagasi penumpang ga diangkut ke pesawat. Dan akhirnya, apadaya saya pun hanya mengikuti prosedur yang ada mengingat waktu sudah menunjuk pukul 17.00 lewat. Dan yang sangat disayangkan ada makanan yang kemungkinan bisa basi jika dibiarkan terus dan itu sangatah merugikan mengingat pihak Air Asia seperti mau mengelak dari kesalahan nya. Dan juga bagaimana jika barang2 kita hilang? Katanya mau diganti rugi per Kilo.. Apakah itu masuk akal? Emang nya pihak AirAsia mau ganti berapa untuk per kilo nya? Jika ada emas 1 kilo di dalam, apakah pihak AirAsia akan mau mengganti emas tersebut sesuai dengan nilai yang sebenarnya? Malah mereka mungkin saja mengelak dengan mengatakan bahwa kita berbohong ada emas 1 kilo di dalam. Hal ini juga berlaku untuk barang2 lainnya.
Di samping semuanya, saya yakin ada sisi baik yang dapat diambil dari kejadian ini. Dan kiranya pihak AirAsia lebih baik lagi dalam memuaskan pelanggan mengingat kejadian ini bukan untuk yang pertama kalinya dan sudah terjadi berkali2.
Dan, apakah bagasi saya yang dijanjikan akan dikirim dan sampai paling lambat besok akan BENAR2 sampai? Ataukah akan ada kekecewaan2 lain yang makin membuat reputasi AirAsia lebih hancur lagi?
Kita tunggu jawabannya besok… CAO….
“Happy Chinese New Year 2559 and Happy Valentine”