The Signs of Maturity

Tanggal Ibadah : 15 Desember 2007

Pengkhotbah : Yosafat

Jumlah Jemaat : 315 orang

Ga terasa, kita semakin mendekati Natal. Suasana Natal terasa di mana-mana. Begitu juga di ibadah kita malam itu. Wajah ibadah kita tampil beda dengan dekorasi Natal yang begitu nice… Great job teman-teman dekor… Smile

Kak Gunardi dan kawan-kawan dari tim profetik dengan kostum merah memimpin jemaat untuk bertemu dengan Tuhan.

Malam itu, firman yang disampaikan oleh KakYosafat. Seorang kakak yang sekarang menetap di Ausie bersama keluarganya dan ternyata alumni BiNus juga. Malam itu Kak Yosafat yang datang bersama salah satu pemimpin di gerejanya di Ausie, menyampaikan “The Sign of Maturity”.

Kedewasaan

itu bukanlah penampilan, usia, pencapaian yang udah kita dapatkan ataupun akademik kita, berapa panjang title di belakang nama kita. Tapi, Tuhan berkata bahwa kedewasaan diukur dari sikap kita.

 

Tanda-tanda kedewasaan :

Yakobus 1:2-4

Orang yang dewasa adalah orang yang bersikap positif ketika berada di bawah tekanan.

“Christiany is a life. It’s not a religion. It’s a life. Life means problems and part of life means solving problems and facing it with the right attitude.” –Dr. Rick Warren

Baca Yakobus 1:12

Di bawah tekanan kuliahmu, keluarga, karir, engkau bisa memilih untuk menjadi orang yang tawar atau orang yang positif..

Yakobus 2:8

Ujian kedua dari kedewasaan adalah bagaimana kita mengasihi orang lain. Bukannya memikirkan diri kita sendiri. Jangan jadi orang yang punya moto UBSA (Untungnya Buat Saya Apa).

Yakobus 3:2

Hal pertama yang akan dokter katakana ketika kita datang berobat adalah keluarkan lidahnya. Dia menggunakan lidah kita untuk mengukur kesehatan kita. God does that spiritually too.

Jangan suka ngomongin orang lain. Coba cek, kita lebih banyak mengeluarkan kata-kata positif atau kata-kata sia-sia, bersungut dan teman temannya.

Baca Efesus 4:29

Yakobus 5:7,11

Jadi orang yang membawa damai, bukannya justru pembuat masalah.

Kesabaran dan ketekunan kita dalam doa, menunjukkan penyerahan kita dan kedewasaan kita pada Tuhan.

Ayo teman-teman! Stop untuk berpikir seperti anak-anak. Stop untuk bersikap seperti anak-anak. Masa itu udah lama lewat. Yuk, kita mulai untuk bersikap dan berpikir dewasa…. Keep moving forwad yak!!!! J

Setelah melakukan perjamuan kudus, malam itu kita saling mendoakan teman kita untuk memilih menjadi dewasa dalam tiap pergumulan yang sedang mereka hadapi. Bersyukur senantiasa. Ketika kita bersyukur, semua masalah kita bukan lagi masalah…

Saatnya menjadi dewasa.

See u on our Christmas celebration, 22 December at Istora Senayan. Jangan lupa ajak teman ya!!!!

Menjadi tua adalah pasti. Tetapi, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan

-tR3-

 

 

Dikutip dari : god-youth.com

This entry was posted in Ibadah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *