My Life : Persona “The Spirit of December”

Tak terasa kita sudah memasuki awal bulan Desember. Sepertinya baru kemaren saya sedang menanti ujian semester di SMA. Sepertinya baru kemaren peresmian logo dilaksanakan. Sepertiny baru keamren mengikuti UAN. Sepertinya baru kemaren saya sampai di Jakarta. Dan akhirnya penghujung tahun 2007 pun tiba…

Kebetulan juga kemaren ada interview kelas SPK. Dan saya bersyukur saja bisa lulus. Tapi ga di komsel da di area. Mengapa yang lulus SPK dari area gw hanya gw seorang cowok?? Haha.. Memang sudah direncanain gitu kale yahh.. Dan ntar tgl 5 Januari ada wisuda n tanpa tahu apa2 tiba2 gw jadi PIC area… Mengapa segala sesuatu yang terjadi ga boleh lewat persetujuan gw? Sudah lah.. Kalau dipikir2 enak juga jadi PIC.. Haha..

And kemaren, gw berkunjung ke TA. Da lama gw ga ke sana.. Kalau mo dihitung2 keknya uda ada 1 bulan. And seperti biasa, Mall tu membosankan. Yang enak hanya makan nya aja. Wkwkkwk… Mungkin karna gw co kale yah. And sekale lagi, kemaren ke TA hanya gw 1 orang co ditemani 3 ce. Mengapa gw selalu dikelilingi ce yah?? Apakah magnet di tubuh gw terlalu kuat ?? Wkwkwk.. j/k2

Ok, Forget it! Suasana Natal sudah terasa di mana2. Kemaren ke TA, dimana2 ada dekorasi natal. N yang paling keren sehh rumah di atrium nya.. Sayanga kagak sempet difoto tuhh…

Yahh.. Itulah Sprit of December… Semangat Bulan Desember… Dari semua bulan, yang paling banyak ditunggu orang adalah bulan Desember, Walaupun gw ga adain survei, gw yakin banget tuh. Alasannya simpel aja.. Kebanyakan libur panjang ada di bulang Desember. Bagi yang masi sekolah, sehabis ujian semester pasti libur panjang di Desember. Yang Kuliah bulan Desember menandakan berakhirnya Semester Ganjil (Kecuali kampus gw yang ga jelas banget liburnya and jadwal ujiannya nehh.. hehe, jadi ga bisa pulang deh gw) . Bagi yang kerja, at least libur 2 Minggu lah. Soalnya Natal dan Tahun Baru gap-nya sangat dekat. Itulah yang menyebabkan “semua” orang di dunia ni pasti dapat merasakan The Joy of Christmas… Apakash dia nasrani atau bukan, Natal adalah hari yang dapat dinikmati semua orang. Kalau di luar negri apalagi… Di jalan2 ada pohon2 besar, ada kado2, ada hiasan natal di mana2, ada sinterklas jadi2an di mana2, dsb-nya.

Last but not the least, Walaupun di Indonesia suasana Natalnya ga sekental di LN, saya yakin tetap saja semua orang akan dapat menikmati indahnya hari Natal itu. Lets the Christmas light your Life, Lets the New Year come toward… Lets enjoy the Sipirit of December and The Joy of Christmas…

” Christmas is not a time nor a season, but a state of mind. To cherish peace and goodwill, to be plenteous in mercy, is to have the real spirit of Christmas – Calvin Coolidge “

Posted in Life | 5 Comments

My Life : Exodus Finale “The Few Months Before” – Part 2

Akhirnya entah karna apa, tapi saya yakin karena Tuhan, saya pergi juga. Sampai di sana, tempatnya sama seperti retreat2 biasa yang pernah saya ikuti. Ada pembicara dan lain sebagainya. Tapi yang ini ada yang lain daripada yang lain.

Sesi2 yang dibagikan belum pernah saya dapatkan. Sesi2 yang luar biasa. Banyak orang yang berubah hari itu juga. Dua hari itu, seluruh ruangan betul2 diisi kuasa Tuhan. Banyak orang diberkati. Banyak yang disembuhkan. Banyak yang dibaptis. Banyak yang menerima Yesus. Semuanya sungguh kuar biasa. Retreat yang luar biasa…

Apa saja sesi yang dibagikan? Kalau tidak salah hitung semuanya ada 5 sesi. Dan semuanya berawal dari sesi Kesembuhan Batin…

Sesi pertama adalah sesi Kesembuhan Batin. Di sini saya diajak untuk mengorek hati yang paling dalam. Apakah ada orang yang saya benci ? Apakah saya ada dendam dengan orang lain ? Apakah saya ada merasa kepahitan ? Saya diajar untuk memaafkan setiap orang yang saya benci maupun yang pernah menyakiti saya.

Kemudian malamnya, ada sesi kedua yaitu sesi Hati Bapa. Disini saya diajar untuk memperbaiki citra Bapa di sorga. Seringkali tanpa sadar, kita menyamakan bapa di rumah kita dengan Bapa di Sorga… Oleh karna itu, di sini kita diajak untuk memaafkan segala kesalahan bapa kita agar citra Bapa dipulihkan .

Keesokan paginya, ada Sesi Pelepasan. DI sesi ini, kita diajak untuk melepaskan segala keterikatan kita akan dosa2. Keterikatan kita akan kutuk. Keterikatan kita akan kuasa kegelapan dan roh2 jahat, dan juga kuasa jahat lainnya. Kuncinya adalah sesuai dengan motto retreat ini, yaitu “Keterbukaan adalah awal dari pemulihan ” . DIsini saya benar2 dipulihkan. Segalanya seperti lepas dari saya dan saya menjadi manusia yang lain ketika saya keluar dari sana.

Sesi berikutnya adalah sesi Baptis Air dimana lumayan banyak orang yang dibaptis dan sesi terakhir adalah sesi Baptisan Roh Kudus .

Sepulang dari sana, saya masih ada mengikuti kelas SPK, dimana saya diajar berbagai macam dasar. Sebelum menuju ke tingkat selanjutnya.

Cukup singkat memang. Semuanya tak pernah saya bayangkan. Tak pernah saya pikirkan. Tak pernah terlintas akan terjadi. Semuanya terjadi begitu saja. Dan sampailah saya pada hari ini. Bulan November hari ke-30. Dalam beberapa jam kita akan memasuki bulan yang baru. Bulan terakhir di tahun 2007.

Apakah tujuan kita di tahun ini sudah tercapai?

Siapkah kita untuk melanjutkan langkah ke tahun 2008?

Apakah kita sudah menyiapkan visi misi kita di tahun depan?

Mari kita berpikir sejenak untuk itu di suasana Natal dan Tahun Baru pada bulan Desember ini…

“Keterbukaan adalah awal dari pemulihan”

THE END

Next On LIFE -> My Life : Persona

Posted in Life | Leave a comment

My Life : Exodus Finale “The Few Months Before” – Part 1

Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. Saya sekarang sudah di Jakarta. Saya sudah menjadi manusia baru sekarang. Saya sudah melepas rantai yang mengikat saya. Saya mempunyai Tuhan sebagi penuntun saya Yesus sebagai Juru Selamat saya dan Roh Kudus sebagai pembimbing saya. Ketika saya jatuh, saya ga jatuh lebih dalam lagi dan terikat di dasar. Tapi ada yang kembali mengangkat saya dari dalam jurang tersebut. Membuat saya kembali berdiri menatap dunia. Saya merasa sepi tanpa Dia sekarang. Tak ada hari kulewati tanpa dia. Hari-hari kulewati dengan berusaha menjaga kekudusan, kudus seperti Dia. Walaupun mungkin ga sempurna, at least i want to make Him happy…

Bagaimana semua ini bisa terjadi?
Beberapa bulan yang lalu

Segala sesuatu memiliki awal. Dan semuanya berawal dari beberapa bulan yang lalu. Pada hari pertama POM. Saya datang sendiri ke kampus, ditelepon teman saya yang kebetulan seangkatan dengan saya waktu SMA. Ketika bertemu dengan dia, saya juga dikenalkan dengan dua orang yang saya kira senior di kampus tersebut. Dan rupanya, mereka lebih dari sekedar senior. Dan semuanya berawal dari sana…

Mereka adalah hamba Tuhan. Para penjala manusia, manusia seperti saya yang perlu dijala dan diselamatkan. Pada saat itu, saya masih memakai topeng Kristus sedangkan perbuatanku tidak mencerminkanNya. Disaat saya sudah dijala, saya belum sadar. Jujur saja, saya baru sadar beberapa waktu yang lalu. Karena pas waktu itu, hari pertama POM Gelombang 4, ibarat ikan2 sedang berkumpul dan para nelayan pergi ke laut untuk menjala. Dan sayalah salah satu hasil jalaan mereka.

Beberapa saat setelah itu-setelah dijala, tentu kisahtersebut tidak berakhir sampai di sana. Mereka mulai mendekat, diajak ke komsel kemudian diajak ibadah-sesuatu yang memang sedang saya cari2 waktu itu, kemudian Tuhan membina saya dengan memberi saya seorang pembina. And diberi Alkitab ketika saya berulang tahun-sesuatu yang unexpectable ketika saya memang berencana membelinya Setelah beberapa minggu, saya diajak ke retreat. Sebelum pergi, saya masih bimbang apakah saya harus mengorbankan kelas kuliah saya ,secara pada waktu itu masih minggu awal perkuliahan.

Akhirnya entah karna apa, tapi saya yakin karena Tuhan, saya pergi juga. Sampai di sana, tempatnya sama seperti retreat2 biasa yang pernah saya ikuti. Ada pembicara dan lain sebagainya. Tapi yang ini ada yang lain daripada yang lain.

Sesi2 yang dibagikan belum pernah saya dapatkan. Sesi2 yang luar biasa. Banyak orang yang berubah hari itu juga. Dua hari itu, seluruh ruangan betul2 diisi kuasa Tuhan. Banyak orang diberkati. Banyak yang disembuhkan. Banyak yang dibaptis. Banyak yang menerima Yesus. Semuanya sungguh kuar biasa. Retreat yang luar biasa…

Apa saja sesi yang dibagikan? Kalau tidak salah hitung semuanya ada 5 sesi. Dan semuanya berawal dari sesi Kesembuhan Batin…

“Character is like a tree and reputation like its shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing (Abraham Lincoln)”

TO BE CONTINUED

Posted in Life | Leave a comment

My Life : Exodus Finale “The New Me”

“Ketika kuhadapi, kehidupan ini… Jalan manakah yang harus kupilih? Kutahu kutak mampu. kutau ku tak sanggup. Hanya Kau Tuhan, tempat jawabanku…” – Sepenggal lagu rohani ini mengajak saya untuk kembali meng-flashback kehidupan saya.

Saya berasal dari keluarga non-Kristen, tapi sejak TK saya disekolahkan di sekolah Kristen. Dari kecil saya telah mendengar tentang Tuhan Yesus dan tidak yang lain. Bahkan saya tidak mendapat pengajaran agama dari keluarga saya. Alhasil saya tumbuh menjadi orang yang mempunyai iman Kristen. Saya mulai mendalami dan mencari Tuhan dari SMA. Yap, dimana saya mulai dapat berpikir sendiri dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Tentunya kehidupan saya setelah itu ya begini2 saja. Tak ada yang bisa memungkiri. Seumuran SMA, ga ada yang lepas dari BF dan dosa2 pria lainnya. Walau saya bukan termasuk orang yang freak ato maniac, paling ga saya sudah terikat dengan dosa-dosa tersebut dan susah untuk dilepas lagi.

Hari-hari saya lewati selama SMA. Menikmati masa-masa indah bersama teman, kadang berpikir kapan masa ini akan berakhir? Tapi sekarang saya malah balik bertanya, kapan masa2 seperti itu akan kembali lagi… BTT…

Ketika saya mulai berpikir, bagaimana kehidupan setelah SMA? Kuliah di mana? Di Medan kah? atau di luar daerah? atau bahkan di luar negeri? Kalau di Medan masih lumayan. DI luar negeri, di negeri orang, lumayan juga. Di luar kota, jauh dari orang tua… Saya takut ga ada yang menuntun, ga ada yang membimbing… Saya takut rantai yang mengikat saya semakin kuat… Kemudian tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. Saya sekarang sudah di Jakarta. Saya sudah menjadi manusia baru sekarang. Saya sudah melepas rantai yang mengikat saya. Saya mempunyai Tuhan sebagi penuntun saya Yesus sebagai Juru Selamat saya dan Roh Kudus sebagai pembimbing saya. Ketika saya jatuh, saya ga jatuh lebih dalam lagi dan terikat di dasar. Tapi ada yang kembali mengangkat saya dari dalam jurang tersebut. Membuat saya kembali berdiri menatap dunia. Saya merasa sepi tanpa Dia sekarang. Tak ada hari kulewati tanpa dia. Hari-hari kulewati dengan berusaha menjaga kekudusan, kudus seperti Dia. Walaupun mungkin ga sempurna, at least i want to make Him happy…

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Jawabannya hanya satu “Hanya Kau Tuhan, tempat jawabanku”

“Jadikan Dia terang bagi jalanmu, maka jalan kita akan terlihat jelas sehingga kita tak perlu ragu untuk melangkah”

TO BE CONTINUED

Posted in Life | Leave a comment

My Life : Exodus “The Reflection”

“Apakah ada cara untuk membuat setiap orang dunia ini bahagia?” Pertanyaan yang saya dengar ini sungguh sulit dijawab.  Ketika saya menanyakan hal ini kepada seseorang, dia menjawab “Tidak ada cara untuk membuat seluruh orang di dunia ini bahagia. Yang satu akan bahagia sedangkan yang lain akan merana. Yang satu akan menjadi penguasa sedangkan yang lain hanya pelayan” Kalau begitu, coba kita pikirkan posisi apa yang kita inginkan kalau di dunia ini hanya ada dua pilhan ? “Penguasa” atau “pelayan” ?

Kalau di dunia ini hanya benar2 ada dua pilihan seperti di atas,  saya pasti akan memilih pilihan pertama. Dan jika setiap orang berpikiran sama, maka apa yang terjadi? Setiap orang saling berebut untuk menjadi penguasa dan akhirnya terjadi saling benci, saling tipu, saling hantam, bahkan saling bunuh. Inilah dunia kita sekarang. Dunia yang kita hidupi.

Kembali ketika saya menanyakan pada anak kecil yang polos, yang masih murni dan jujur. Apa yang dia jawab? Sungguh menggugah hati dan masuk akal. “Setiap orang hanya perlu saling berbagi, tidak ada yang perlu saling berebut, saling menipu, maka semua orang akan bahagia” – Dan untuk menjadi seperti itu, setiap kita harus mempunyai hati sebagai seorang “pelayan”.

Setiap orang hanya perlu berpikir untuk menjadi pelayan dan hanya melayani satu orang yaitu Bapa di sorga. Hidup saling berbagi dan menganggap satu sama lain sebagai keluarga. HIdup sama-sama sebagai seorang pelayan. Apa yang mau diperebutkan sebagai sesama pelayan? Apa yang mau diambil dari sesama pelayan? Dengan mindset seperti itu, tidaklah tidak mungkin membuat dunia ini lebih baik lagi sebgai tempat yang layak untuk ditinggali.

Mari kita sama2 hidup sebagai seorang pelayan. Hidup sebagai keluarga….

“Apakah ada cara untuk membuat setiap orang di dunia ini bahagia?”

Posted in Life | Leave a comment

My Life : Exodus “The 1st Trial”

Hari demi hari kulewati..
Minggu demi minggu kulalui…
Bulan demi bulan kujalanin…

Tak terasa sudah hampir tiga bulan saya berada di kota ini…
Kota penuh sesak, kota penuh polusi, tapi juga kota yang menyenangkan..

Yah.. Saya hanya bisa bersyukur..
Saya diberi waktu sampai hari ini untuk menjalani hidup…
Dari hari pertama saya menginjakkan kaki disini sampai sekarang,
rencanaNya sungguh sempurna bagiku…
rencanaNya sungguh nyata….

Bagaimana keadaan saya sekarang..
Teman-teman baru di sekeliling saya…
Lingkungan baru yang tentu berbeda dengan kampung halaman nan jauh disana…
Masalah pun tak dapat dihindari…
Tapi sekali lagi, rencanaNya sungguh nyata dan tak ada masalah yang tak dapat kuhadapi tanpa Dia…

Tak terasa tadi saya baru menjalani UTP…
Hanya sebuah pemanasan kecil sebelum menjalani UTS…
Hari-hari sebelumnya ada benak berkata bagaimana saya menjalani ini??
Saya hanya bisa terus berlatiih dan berlatih…
Tapi benak itu belum hilang…

Kemudian kuingatkan pada diri saya sendiri….
Ingat saja rencanaNya sungguh luar biasa..
Saya hanya bisa berusaha dan selanjutnya saya serahkan padaNya…

Apa yang terjadi?
Rintangan tadi kuhadapi dengan mudah..
Pikiran saya seperti benar-benar terbuka..
Saya lancar saja mengerjakan soal yang ada..

Dan rintangan pertama pun dilewati dengan mulus…
Rintangan berikutnya menanti…
Dan saya tak akan pernah berhenti berserah padaNya..

UTS, U re not coming…
But I will come to face u….

God gives every bird its food, but He does not throw it into its nest (J. G. Holland)

Posted in Life | Leave a comment

My Life : Exodus “The Tree, The Leaf and The Wind” – The Wind

ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun… karena dia sangat bergantung
pada Pohon..
jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat…

Angin akan meniup Daun terbang jauh…
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami…
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon…
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya…
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya…
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. ..seperti daun yang suka melihat
Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia…AKU merasa sangat kehilangan.. .

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun…
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi…
Esoknya…Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan
Pohon…
AKU melangkah dan tersenyum padanya…Kuambil secarik kertas..kutulis dan
kuberikan padanya…
Dia sangat kaget…

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku…
Esoknya…dia datang…menghampir iku dan memberikan kembali kertas itu…
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya… kuhampiri dengan kata2 itu…
Sangat pelan…dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan
telponku…

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU…tapi AKU akan berusaha agar suatu
hari dia menyukaiku.. .
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
kepadanya…
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak menyerah…
Keputusanku bulat….AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akan setuju
menjadi pacarku….

Aku bertanya,” apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?”
Dia berkata, “AKU menengadahkan kepalaku”…

“Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar…
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak…

Kuletakkan telepon….. .melompat. …berlari seribu langkah…ke
rumahnya…
Dia membuka pintu bagiku…Ku peluk erat-erat tubuhnya…

“DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk
tinggal?”
“(Pada akhirnya…) akan lebih bahagia bersama seseorang yg mencintaimu lebih daripada bersama orang yg kamu cintai “

THE END

Posted in Life | Leave a comment

My Life : Side Story “The Cross Road”

Tak terasa sudah hampir 3 bulan saya di sini. Sudah banyak pula kejadian yang saya alami di sini dan juga pengalaman-pengalaman baru yang tak pernah didapat sebelumnya. Sekarang saya sedang di persimpangan jalan. Melanjutkan blog FS saya atau melanjutkan di WordPress ini. Setelah berpikir, ada baiknya saya mengupdate keduanya saja. Blog selanjutnya adalah kelanjutan cerita dari blog FS saya atau langsung dapat diklik di BlogRoll di samping.

Ok, then.. cya guyzz at my next blog.

Posted in Life | Leave a comment