My Life : Exodus Finale “The Few Months Before” – Part 1

Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. Saya sekarang sudah di Jakarta. Saya sudah menjadi manusia baru sekarang. Saya sudah melepas rantai yang mengikat saya. Saya mempunyai Tuhan sebagi penuntun saya Yesus sebagai Juru Selamat saya dan Roh Kudus sebagai pembimbing saya. Ketika saya jatuh, saya ga jatuh lebih dalam lagi dan terikat di dasar. Tapi ada yang kembali mengangkat saya dari dalam jurang tersebut. Membuat saya kembali berdiri menatap dunia. Saya merasa sepi tanpa Dia sekarang. Tak ada hari kulewati tanpa dia. Hari-hari kulewati dengan berusaha menjaga kekudusan, kudus seperti Dia. Walaupun mungkin ga sempurna, at least i want to make Him happy…

Bagaimana semua ini bisa terjadi?
Beberapa bulan yang lalu

Segala sesuatu memiliki awal. Dan semuanya berawal dari beberapa bulan yang lalu. Pada hari pertama POM. Saya datang sendiri ke kampus, ditelepon teman saya yang kebetulan seangkatan dengan saya waktu SMA. Ketika bertemu dengan dia, saya juga dikenalkan dengan dua orang yang saya kira senior di kampus tersebut. Dan rupanya, mereka lebih dari sekedar senior. Dan semuanya berawal dari sana…

Mereka adalah hamba Tuhan. Para penjala manusia, manusia seperti saya yang perlu dijala dan diselamatkan. Pada saat itu, saya masih memakai topeng Kristus sedangkan perbuatanku tidak mencerminkanNya. Disaat saya sudah dijala, saya belum sadar. Jujur saja, saya baru sadar beberapa waktu yang lalu. Karena pas waktu itu, hari pertama POM Gelombang 4, ibarat ikan2 sedang berkumpul dan para nelayan pergi ke laut untuk menjala. Dan sayalah salah satu hasil jalaan mereka.

Beberapa saat setelah itu-setelah dijala, tentu kisahtersebut tidak berakhir sampai di sana. Mereka mulai mendekat, diajak ke komsel kemudian diajak ibadah-sesuatu yang memang sedang saya cari2 waktu itu, kemudian Tuhan membina saya dengan memberi saya seorang pembina. And diberi Alkitab ketika saya berulang tahun-sesuatu yang unexpectable ketika saya memang berencana membelinya Setelah beberapa minggu, saya diajak ke retreat. Sebelum pergi, saya masih bimbang apakah saya harus mengorbankan kelas kuliah saya ,secara pada waktu itu masih minggu awal perkuliahan.

Akhirnya entah karna apa, tapi saya yakin karena Tuhan, saya pergi juga. Sampai di sana, tempatnya sama seperti retreat2 biasa yang pernah saya ikuti. Ada pembicara dan lain sebagainya. Tapi yang ini ada yang lain daripada yang lain.

Sesi2 yang dibagikan belum pernah saya dapatkan. Sesi2 yang luar biasa. Banyak orang yang berubah hari itu juga. Dua hari itu, seluruh ruangan betul2 diisi kuasa Tuhan. Banyak orang diberkati. Banyak yang disembuhkan. Banyak yang dibaptis. Banyak yang menerima Yesus. Semuanya sungguh kuar biasa. Retreat yang luar biasa…

Apa saja sesi yang dibagikan? Kalau tidak salah hitung semuanya ada 5 sesi. Dan semuanya berawal dari sesi Kesembuhan Batin…

“Character is like a tree and reputation like its shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing (Abraham Lincoln)”

TO BE CONTINUED

This entry was posted in Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *